Para pemimpin ASEAN, kata dia, sudah sepakat mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015 lalu dengan empat pilar, yakni pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi berdaya saing tinggi, pembangunan ekonomi setara, dan kawasan terintegrasi penuh dengan ekonomi global.
"Untuk mewujudkan empat pilar itu, bukan hanya pemerintah saja yang bekerja, tapi stakeholder lain termasuk akademisi, organisasi profesi, dan dunia usaha juga sangat penting," urainya.
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Yogyakarta Lincolin Arsyad mengatakan, para peserta akan diajak ke beberapa destinasi pariwisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Candi Borobudur dan Prambanan yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO menjadi salah satu tempat yang dikunjungi.
Forum ini juga sudah menjaring 28 paper hasil riset yang ditulis dosen, peneliti, mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Laos, Vietnam, Singapura, dan Thailand. Paper yang dipilih hasil seleksi dari call for paper yang dilakukan panitia pusat ISEI. Topik hasil riset bervariasi dan terkait kondisi ekonomi ASEAN.
Beberapa orang penting seperti Darmin Nasution (Menko Perekonomian), Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Ahmad Zafarullah (Sekretariat ASEAN), Edimon Ginting (ADB Senior Economist), Enggartiasto Lukito (Menteri Perdagangan), Hans Anand Beek (World Bank Senior Economist), Muliaman D Hadad (Ketua PP ISEI), serta perwakilan dari Kementerian Luar Negeri akan hadir sebagai pembicara setelah pembukaan.
(Raisa Adila)