"Ya, pasti (akan diagendakan ulang). Tapi belum tahu (waktunya)," jelasnya.
Sebelumnya, Hanif mengungkapkan, hingga akhir tahun lalu pertemuan terkait negosiasi dengan pihak Google belum menuai titik terang. Karena tidak ada kesepakatan, maka pemerintah meminta Google untuk membuka data keuangannya terlebih dahulu.
"Jadi begini, jadi pokoknya kita pertemuan terakhir itu karena settlement itu kita enggak ketemu, terlalu jauh angkanya dengan harapan kita," jelasnya.
Hanya saja, beberapa alasan dilontarkan oleh pihak Google untuk mengulur-ulur waktu penyerahan data-data miliknya untuk menentukan besaran tanggungan pajak yang harus dibayar oleh Google.
(Dani Jumadil Akhir)