SEKUAT apapun suatu bangunan, jika kekuatan gempa lebih dahsyat, maka bangunan tinggi menjulang dengan material yang kuat pun akan rubuh.
Namun, untuk mengantisipasi agar penghuni atau orang-orang yang berada di dalam selamat dari reruntuhan akibat gempa dan bencana lain, maka bangunan gedung tinggi terutama bangunan publik, harus memiliki aksesibilitas cepat untuk orang-orang agar cepat menyelamatkan diri.
“Tidak ada yang namanya bangunan tahan terhadap gempa, yang ada bangunan respons gempa. Artinya, memberi kesempatan kepada penghuni atau orang-orang yang berada di dalam gedung untuk menyelamatkan diri, itu yang paling penting. Terutama bangunan publik, harus punya kemudahan aksesibilitas untuk menyelamatkan diri atau jalur evakuasi khusus,” kata Ketua Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Sumatera Utara, Syahlan Jukhri Nasution kepada KORAN SINDO MEDAN, kemarin.
Jika memungkinkan, kata Syahlan, setiap ruangan ada akses cepat untuk menyelamatkan diri. Misalnya, di setiap kamar atau ruangan disediakan juga jalur evakuasi cepat untuk menyelamatkan diri.
“Tiap ruangan itu ada akses keluar untuk menyelamatkan diri dengan cepat, itu yang paling penting. Yang bahaya kalau begitu gempa semua langsung rubuh, nggak sempat melarikan diri,” ucapnya.