JAKARTA - Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi dipastikan akan berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret mendatang. Dalam kunjungannya, Raja Salman akan menandatangani investasi perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, di Cilacap dengan nilai USD6 miliar.
Saudi Aramco adalah perusahaan minyak milik negara Kerajaan Arab Saudi yang memproduksi minyak bumi di seluruh dunia dan sejumlah produk kimia. Selama 80 tahun terakhir, Saudi Aramco telah menjadi salah satu perusahaan yang memimpin dalam eksplorasi, produksi, penyulingan, distribusi dan pemasaran hidrokarbon.
Saudi Aramco pun memiliki industri yang mendorong produksi minyak dan gas dalam skala besar dengan kehandalan operasional dan kemajuan teknis. Saat ini, Saudi Aramco memproduksi sekira satu dari delapan barel pasokan minyak mentah yang beredar di dunia.
Adapun cadangan minyak mentah dan kondensat konvensional Saudi Aramco mencapai 261,1 miliar barel. Rata-rata produksi minyak mentah sehari-hari mencapai 10,2 juta barel per hari (bph), dan cadangan gas alam sebesar 297,6 triliun standard cubic feet (SCF).
Berkantor pusat di Dhahran, Arab Saudi, Saudi Aramco mempekerjakan lebih dari 65.000 pekerja di seluruh dunia. Selain itu, mereka memiliki anak perusahaan dan perusahaan afiliasi di seluruh dunia seperti China, Mesir, Jepang, India, Belanda, Republik Korea, Singapura, Inggris dan Amerika Serikat.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, total investasi Arab Saudi diharapkan bisa mencapai USD25 miliar.
(Rani Hardjanti)