nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Dapat Rp870 Triliun dari Raja Salman, Nih Daftar Investasinya!

Rani Hardjanti, Jurnalis · Sabtu 15 April 2017 19:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 04 15 20 1668340 china-dapat-rp870-triliun-dari-raja-salman-nih-daftar-investasinya-T2M4NtQvxj.jpg Raja Salam dan Presiden China Xi Jinping. (Foto: Bloomberg)

JAKARTA - Indonesia harus menerima kenyataan pahit bahwa Raja Salman menggelontorkan investasi lebih banyak kepada China. Indonesia mendapatkan Rp93 triliun sementara China mengantongi Rp870 triliun.

Dalam kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia, Raja Salman mengucurkan dana investasi sebesar USD7 miliar atau sekira Rp93 triliun. Investasi tersebut meliputi kesepakatan dengan perusahaan minyak Saudi Aramco senilai USD6 miliar atau setara Rp80,2 triliun untuk pengembangan refinery development master plan (RDMP) kilang Cilacap, Jawa Tengah. Selain itu, Indonesia menerima kucuran dana USD1 miliar atau Rp13 triliun dari Saudi Fund Development untuk keperluan pembangunan infrastruktur, air minum, dan perumahan.

Produksi kilang Cilacap saat ini sebesar 340.000 barel per hari (bph) dan menjadi pemasok 36% kebutuhan minyak nasional. Dengan adanya pengembangan melalui dana investasi, Saudi Aramco dapat meningkatkan produksi mencapai 400.000 bph. Peningkatan produksi juga dibarengi penambahan kompleksitasnya sebesar 9,4%, sehingga bensin, solar, dan avtur juga akan meningkat.

Lalu, China mendapat apa saja dari Raja Arab?

Seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (15/4/2017) Raja Arab menanamkan investasi ke China sekira USD65 miliar atau setara dengan Rp870 triliun. Saudi Arabian Oil Co akan memperdalam investasi di industri minyak China sebagai penawaran potensial. Dalam kesepakatan yang ditandatangani, kedua negara sepakat melakukan kerja sama dalam segala hal, mulai dari energi untuk manufaktur dan theme park.

CEO Saudi Aramco Amin Nasser, menandatangani nota kesepahaman dengan China North Industries Group Corp untuk mencari peluang bisnis sawit pada industri hilir. Saudi Aramco sudah menjadi mitra dalam kilang dan pabrik petrokimia di China yakni Norinco. Perusahaan tersebut memproduksi senjata, mesin, dan juga memiliki unit refinery.

Sementara China telah melihat potensi senilai USD2 miliar pada pabrik petrokimia Arab di Jazan, barat daya Arab Saudi. China memiliki komitmen untuk memasok bahan energi surya, membangun bisnis e-commerce, dan investasi di sebuah theme park di Timur Tengah.

Perusahaan dari kedua negara tersebut menandatangani 22 perjanjian untuk mempelajari peluang investasi bersama dalam sebuah upacara di Beijing, China.

Sekadar diketahui, menurut data IMF, total perdagangan antara China dan Arab Saudi dalam rentang tahun 2006 hingga 2015, meroket lebih dari dua kali lipat menjadi USD54 miliar.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini