nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arab Saudi Investasi Rp867 Triliun di China, Jokowi Kecewa dengan Raja Salman

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis · Kamis 13 April 2017 15:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 04 13 320 1666642 arab-saudi-investasi-rp867-triliun-di-china-jokowi-kecewa-dengan-raja-salman-F0jgFscSMq.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone)

CIREBON – Presiden Jokowi menyatakan kekecewaannya terhadap Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud. Hal ini lantaran investasi yang dilakukan Arab ke China lebih besar dari Indonesia. Padahal, Jokowi mengatakan telah melakukan servis besar-besaran terhadap Raja Arab tersebut.

Jokowi mengungkapan, dia pun rela menjadi supir Raja Salman selama berada di Indonesia. Sebagai bentuk "terima kasih" Arab Saudi pun menanamkan investasi mencapai USD7 miliar di Indonesia.

"Namun, setelah saya mengetahui bahwa investasi Arab Saudi lebih besar saat berkunjung ke China di situ saya merasa kecewa padahal sudah saya payungi dan kemudikan sendiri," kata Jokowi di Cirebon, Kamis (13/4/2017).

Pada hari pertama kunjungannya ke China belum lama ini, Raja Salman menyaksikan penandatanganan sejumlah kesepakatan antara Arab Saudi dengan China senilai USD65 miliar (Rp867 triliun) pada hari pertama kunjungan ke Beijing.

Oleh karena itu, Jokowi pun akan terus berusaha berkoordinasi dengan Arab Saudi agar terus meningkatkan investasinya kepada Indonesia dengan nominal yang lebih dari ini.

Sekadar informasi, dalam kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia, Raja Salman mengucurkan dana investasi sebesar USD7 miliar atau sekira Rp93 triliun.

Investasi tersebut meliputi kesepakatan dengan perusahaan minyak Saudi Aramco senilai USD6 miliar atau setara Rp80,2 triliun untuk pengembangan refinery development master plan (RDMP) kilang Cilacap, Jawa Tengah.

Selain itu, Indonesia menerima kucuran dana USD1 miliar atau Rp13 triliun dari Saudi Fund Development untuk keperluan pembangunan infrastruktur, air minum, dan perumahan.

Produksi kilang Cilacap saat ini sebesar 340.000 barrel per hari (bph) dan menjadi pemasok 36% kebutuhan minyak nasional. Dengan adanya pengembangan melalui dana investasi Saudi Aramco dapat meningkatkan produksi mencapai 400.000 bph. Peningkatan produksi juga dibarengi penambahan kompleksitasnya sebesar 9,4%; jadi bensin, solar, dan avtur juga akan meningkat.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini