Menurut dia, keseriusan pemerintah pusat, Jabar, dan Kota Bandung dalam menuntaskan persoalan pembebasan lahan berpengaruh pada rencana JICA memberikan pinjaman.
Padahal, Ono meyakinkan, JICA sudah serius terlibat dan berencana membantu pembiayaan proyek BIUTR sejak 2011 lalu. “Hampir enam tahun berlalu, tetapi persoalan lahan tidak juga beres. Jadi kami ingatkan lagi karena ini menyangkut kesepakatan pembiayaan,” jelasnya.
Meskipun menagih komitmen pemerintah dalam hal pembebasan lahan, namun pihaknya tidak memberikan batas waktu kapan pembebasan lahan itu harus selesai.
Dia juga meyakinkan, sejauh ini JICA masih berkomitmen terlibat dalam proyek BIUTR sambil terus menunggu keseriusan pemerintah. “Kami hanya menindaklanjuti saja, tidak memberikan deadline. Kami akan lihat bagaimana tindakan pemerintah Indonesia, (tol) ini prioritas,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa menjelaskan, kedatangan pihak JICA ke Gedung Sate sebagai ungkapan kegemasan JICA terhadap progres pembebasan lahan BIUTR yang dinilai jalan di tempat.