Swasembada Daging, Sapi pun Ikut Asuransi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 06 April 2017 16:45 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

Pending mengakui, asuransi sapi ini masih kurang disosialisasikan karena baru resmi bergulir sejak Juli 2016. Saat ini, memasuki tahun kedua, jumlah sapi yang ditanggung asuransi baru sekitar 10% dari total populasi. Pemerintah harus gencar mensosialisasikan program ini agar para peternak mengetahui asuransi ini tentang apa dan bagaimana. Sebab, para peternak akan terbantu karena ada subsidi preminya.

"Sebagai contoh, Jawa Timur sebagai sentra populasi sapi dengan jumlah sapi sekitar 120.000 ekor, yang diproyeksikan untuk ikut dalam asuransi sapi sekitar 10.000 ekor kurang dari 10%. Namun yang terdaftar mengikuti program ini baru mencapai 1000 ekor, kurang dari 1% dari total populasi," ungkapnya.

Untuk wilayah Jawa Timur sebagai wilayah prioritas pengembangan asuransi sapi, beberapa kabupaten telah mengikuti asuransi ini yaitu Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Bojonegoro. Gambaran respon peternak terhadap program asuransi ini dapat dilihat dari testimoni yang mereka sampaikan kepada media.

Dengan adanya asuransi ini, lanjut Pending Dadih, resiko usaha jadi mengecil dan kredit bank makin lebih mudah sehingga peternak bisa mengembangkan usahanya dengan mudah.

"Mengapa asuransi sapi penting bagi peternak? Karena asuransi mengcover resiko kerugian yang bisa timbul. Risiko yang dijamin pihak asuransi, antara lain kematian karena penyakit, kematian karena kecelakaan, dan hilang atau kematian akibat pencurian, identitas supaya diketahui asal-usul serta tanggal lahirnya, minimal ear tag," pungkasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya