JAKARTA - Pemilik kantor di Jakarta dituntut untuk lebih kreatif dalam memasarkan ruang kantornya, mengingat ruang kantor saat ini tengah kelebihan pasokan.
Dengan kondisi yang oversupply ini sementara tingkat permintaan tak mengalami pertumbuhan tentunya membuat tingkat okupansi (hunian) ruang kantor menjadi terkena imbasnya. Dampaknya, keterisian ruang kantor menjadi menurun.
"Ya, jadi mereka harus lebih competitive aja sekarang. Jadi lebih ada macam-macam cara untuk lebih kreatif cara untuk menyewakan kantor tersebut," kata Head of Markets Jones Lang LaSalle (JLL) Angela Wibawa dihubungi Okezone di Jakarta.
Dengan jumlah pasokan ruang kantor yang berlebih ini pun membuat harga sewa perkantoran terkena dampaknya juga. Harga sewa perkantoran saat ini mengalami tekanan yang diakibatkan jumlah pasokan lebih banyak ketimbang permintaan.
"Sementara ini kalau kita lihat harga sewa sudah mulai ter-pressure (tertekan), tapi harga penjualan mereka masih stabil dan stagnan karena pengembang juga tak mau menjual di bawah harga pasaran," jelasnya.
Meskipun harga sewa cukup tertekan dengan kondisi tersebut, menurutnya pemilik kantor masih tetap berupaya menjaga kondisi harga agar tidak mengalami penurunan. Sekalipun turun, pemilik kantor tidak akan menurunkan harga dengan signifikan.
"Jadi mereka masih me-maintenance (menjaga) harga jual dan juga kan penjualan udah dilakukan dari dulu kan ada precommitment (bukti awal keseriusan calon penyewa/pembeli sebelum gedung selesai dibangun). Jadi mereka udah kejual misalnya dengan penjualan berapa persen, mereka juga udah me-maintenance harga tersebut gitu," tambahnya. (tro)
(Rani Hardjanti)