JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) berencana melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) pada tahun ini. Rencana untuk melantai di bursa pada akhir tahun akan dilakukan pada September atau Oktober 2017.
"Mudah-mudahan (IPO) September, Oktober, sekarang ini menunggu izin pemegang saham. Secepatnya mudah-mudahan bisa turun," ungkap Presiden & CEO GMF AeroAsia Iwan Joeniarto di Kantor Pusat Garuda Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (12/6/2017).
Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan prospektus untuk IPO tersebut yang dilihat dari prospek sisi finansial yang sangat menarik dan akan memberikan keuntungan yang lebih besar.
"Kalau dilihat prospek sisi finansial, sangat menarik, Ebitda masih 20% dan profit margin kita double digit dan udah punya capgive market yang sangat definit. Sangat jelas. Di sisi lain, revenue didominasi Garuda 68% dan sisanya non-Garuda," jelasnya.
Ia juga menjelaskan, nantinya bahwa dana yang terkumpul dari hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi perusahaan. Sehingga GMF dapat meningkatkan kapasitas kinerjanya.
"IPO ini mengharapkan dana untuk melakukan ekspansi-ekspansi melalui strategic initiative sehingga mendukung kapabilitas dan kapasitas GMF dalam melakukan perawatan pesawat. Kita harapkan IPO, kapabilatas naik sehingga perawatan yang sebelumnya keluar akan masuk kembali," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)