JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga menegaskan tetap fokus menjalankan Satuan Tugas (Satgas) Idul Fitri 2017 hingga 10 Juli 2017 dan menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Demikian disampaikan Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Rudy Permana sehubungan dengan pertemuan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Dirjen PHI) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pada hari Kamis, 6 Juli 2017 di Gedung Kantor Kemenaker..
Dia mengatakan, jaminan pasokan BBM untuk masyarakat menjadi prioritas perseroan. Terkait dengan adanya perselisihan dengan pihak yang mengatasnamakan AMT Pertamina Patra Niaga, Rudy menegaskan, hal tersebut tidak berpengaruh terhadap kelancaran pasokan BBM.
“Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya aktivitas masyarakat akibat aksi-aksi yang tidak bertanggung jawab di area publik oleh pihak yang mengatasnamakan AMT Pertamina Patra Niaga. Ditegaskan kembali bahwa mereka tidak memiliki hubungan kerja dengan PT Pertamina Patra Niaga,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Jakarta.
Disebutkan bahwa pertemuan para pihak yang difasilitasi oleh Kemenaker terjadi tanpa hasil yang mengikat secara hukum. Bagi Pertamina, serikat pekerja PT Pertamina Patra Niaga yang resmi hanya Serikat Pekerja Pertamina Patra Niaga (SPPN) yang diketuai oleh Dinda Rizki Lubis. “Serikat pekerja itu tidak berafiliasi dengan federasi serikat buruh manapun di Indonesia,” katanya.