JAKARTA - Separuh perjalanan waktu di tahun 2017 telah berlalu. Kini saatnya menapaki sisa waktu di paruh kedua untuk mengejar target-target yang telah ditetapkan di sepanjang tahun ini.
Bagi pemodal di pasar saham, langkah kaki mereka dalam mengarungi aktivitas transaksi di semester II seharusnya makin ringan. Sebab torehan kinerja pasar saham yang tumbuh impresif di sepanjang semester I bisa menjadi bekal dalam mempertebal optimisme berinvestasi.
Kinerja cemerlang pasar tersebut tercermin dari pertumbuhan imbal hasil (return) indeks harga saham gabungan (IHSG) di semester I 2017 yang melesat 10,06% ke angka tertingginya (rekor) sepanjang sejarah berdirinya Pasar Modal Indonesia di level 5.829,708 dari posisi 30 Desember 2016.
Posisi IHSG yang tertoreh di akhir perdagangan semester I, pada tanggal 22 Juni 2017 itu menunjukkan bahwa pasar modal kita mampu mengalahkan pertumbuhan indeks bursa Amerika Serikat, Dow Jones, begitu pula dengan bursa-bursa Asia, seperti bursa Malaysia dan bursa Tokyo.
Torehan rekor tadi bukan yang pertama kali, namun untuk kesekian kalinya terjadi di semester I 2017. Ini dipicu oleh aksi beli pemodal domestik serta capital inflow yang mengalir deras dari investor asing lantaran tingginya optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan berdampak pada meningkatnya kinerja emiten serta kinerja Pasar Modal Indonesia.
Performa kinerja emiten pembawa optimisme pelaku pasar sebenarnya sudah terlihat sejak Februari, ketika emiten mulai mempublikasikan kinerja mereka di tahun buku 2016. Kinerja emiten-emiten papan atas berkapitalisasi besar seperti perbankan yang sebelumnya diprediksi tergerus lantaran kondisi ekonomi makro domestik dan global yang melambat sebagian besar justru mampu bertumbuh.