Mengamati deretan katalis positif dan komitmen para regulator tersebut dalam menjaga market confidence, sejumlah lembaga riset pun menerbitkan proyeksi optimistis akan keberlanjutan tren bullish di pasar saham hingga akhir tahun 2017. Salah satunya Mandiri Sekuritas sebagaimana dinyatakan Analis Equity Market Mandiri Sekuritas, Adrian Joezer. Menurutnya IHSG punya kekuatan menembus level 6.100 di akhir tahun 2017.
Proyeksi itu juga dilandasi oleh asumsi pertumbuhan earning per share emiten yang tumbuh di angka 18% seiring makin stabilnya fundamental ekonomi Indonesia. Disamping target realistis 6.100, Mandiri juga membuat proyeksi optimistis dengan target IHSG di level 6.400. Kalaupun terjadi koreksi karena terjadinya dinamika pasar di luar prediksi, Mandiri percaya pasar tidak akan melorot lebih dari level 5.275 sebagai target pesimistis.
Proyeksi sama juga diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno saat menyambangi BEI belum lama ini. "Saya harap IHSG bisa mencapai 6.100 hingga akhir tahun, apalagi ada investment grade dari Standard and Poor's," ujarnya.
Sandiaga yang sebelum terjun ke dunia politik dikenal malang melintang di Pasar Modal tersebut mengaku sangat pro pasar modal. Untuk itu dia berharap agar masyarakat menjadikan pasar modal sebagai wadah investasi, apalagi dengan nilai uang Rp100.000, masyarakat dapat mulai membeli saham perusahaan. Salah satu program yang dimiliki Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih adalah menyiapkan pemodal andal melalui OK OCE Stock Center yang diresmikannya. (TIM BEI)
(Dani Jumadil Akhir)