Rapat Lagi dengan Komisi XI, Sri Mulyani Usut Kepemilikan Asing di Perusahaan Asuransi

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis
Rabu 26 Juli 2017 17:39 WIB
Ilustrasi Rapat di DPR. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali mengadakan Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk membahas mengenai tiga hal. Adapun pembahasan pertama mengenai kepemilikan asing di perusahaan Asuransi.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi XI DPR RI, Melchias Marcus Mekeng dan dimulai pukul 16.20 WIB. Selain itu pembahasan kedua mengenai Pembahasan BMN sebagai Underlying Asset Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan pembahasan ketiga mengenai pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2017.

"Dari daftar hadir sudah ada 18 anggota yang menandatangani, sehingga sesuai dengan tatib rapat sudah bisa dimulai dan rapat terbuka untuk umum," ungkap Mekeng di Ruang Rapat Komisi XI, DPR RI, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Menurut Mekeng, dari agenda pertama mengenai kepemilikan asing di perusahaan asuransi, Komisi sudah meminta masukan dari beberapa asosiasi asuransi. Sehingga, Komisi XI akan memberi pandangan yang dibutuhkan oleh Pemerintah.

"Kita juga sudah panggilin asosiasi asuransi untuk minta masukan. Ini sifatnya hanya konsultasi dari pemerintah bersama DPR jadi pemerintah minta masukan DPR dari pandangan-pandangan fraksi nanti," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan menunggu masukan anggota dewan untuk memberi masukan karena Pemerintah ingin merevisi Peraturan Pemerintah tentang kepemilikan asing di perusahaan asuransi.

"Mengingat konsultasi dengan DPR tentang kepemilikan asing di perusahaan asuransi sudah kita sampaikan waktu itu. Maka kami akan menyampaikan pemikiran pemerintah tujuan kami untuk PP nanti," tukas Sri Mulyani.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya