JAKARTA - Kementerian Perdagangan akhirnya membuka keran impor garam konsumsi untuk menutupi kelangkaan pasokan garam konsumsi dalam negeri. Adapun total garam konsumsi yang akan dipasok sebesar 75.000 ton. 75.000 ton garam konsumsi ini akan didatangkan dari Australia.
Baca juga: Langka dan Mahal, Kemendag Ambil Alih Rekomendasi Impor Garam dari KKP
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan menuturkan bahwa keputusan impor ini adalah hasil mufakat dari tim gabungan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bareskrim Polri, serta PT Garam. Nantinya, PT Garam akan menjadi pintu impor garam konsumsi.
" PT Garam kami tugaskan untuk melakukan impor sebesar 75.000 ton setelah melakukan berbagai pertimbangan. Itu hasil duduk bersama antara kementerian dan lembaga yang dikoordinasikan oleh KKP untuk produksi dalam negeri," ujarnya di Gedung Pusat Kemendag, Jakarta, Jumat (28/7/2017).
Oke melanjutkan, impor garam dengan kadar NaCR 97% untuk bahan baku garam konsumsi akan dilaksanakan pada 10 Agustus 2017. Ada tiga pelabuhan yang bakal menjadi pintu masuk impor, yaitu Pelabuhan Ciwandan, Banten, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.