INSPIRASI BISNIS: Nasi Uduk untuk Sarapan, Selain Mengenyangkan Juga Bisa Hasilkan Duit!

Fakhri Rezy, Jurnalis
Senin 31 Juli 2017 05:00 WIB
Nasi Uduk (Foto: Fakhri Rezy/Okezone)
Share :

JAKARTA - Makan pagi atau biasa disebut sarapan diperlukan sebagai energi dalam memulai aktivitas sehari-hari. Sering kali, sarapan tidak dilakukan di rumah.

Nah hal inilah yang bisa dimanfaatkan. Disadur dari buku '99 Bisnis Anak Muda' karangan Malahayati dan Hendry E Ramdhan terbitan 2015, lihat perhitungannya.

A. Peluang Bisnis

Usaha ini bisa dilakukan di sekitar rumah, seperti di depan rumah, pinggir jalan atau di depan gang rumah. Target pasarnya adalah orang-orang sekitar rumah atau mereka yang sedang melintas di tempat anda berjualan serta orang-orang yang tidak sempat sarapan di rumah masing-masing.

B. Memulai Bisnis

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memulai bisnis ini.

1. Pengetahuan dan kemampuan dalam membuat nasi kuning atau uduk. Pengetahuan tersebut seperti, keterampilan dan keunikan dalam memasak nasik kunin, serta dalam hal menyajikan dengan cara yang berbeda dan unik.

2. Peralatan yang dibutuhkan. seperti peralatan masak, gerobak, tenda, peralatan makan.

C. Hambatan

Beberapa hambatanyang mungkin anda temui dalam menjalankan bisnis ini yaitu:

1. Banyak kompetitor yang melakukan bisnis yang sama,

2. Rutinitas pola makan nasi uduk yang membosankan.

3. Nasi kuning/uduk yang tidak habis terjual.

4. Rasa yang kurang memuaskan pelanggan.

D. Strategi Bisnis

Anda tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan hambatan yang mungkin terjadi. Bagi anda yang ingin menjalankan bisni nasi kuning atau uduk ada beberapa strategi agar bisnis tersebut berjalan dengan lancar dan sukses.

1. Buatlah resep khusus dalam membuat nasik kuning atau uduk.

2. Lakukan pengujian resep nasi kuning anda ke beberapa orang terdekat, seperti anggota keluarga, tetangga dan teman-teman.

3. Menjaga suasana tempat berjualan seperti kebersihan, selling area, kebersihan perlengkapan masak dan makan.

4. Memberikan pelayananan yang ramah kepada konsumen.

5. Lakukan promosi dari mulut ke mulut melalui tetangga dan orang-orang terdekat.

6. Inovasi dalam lauk-pauk dan menu tambahan.

7. Gunakan bahan baku yang baik dan berkualitas.

E. Analisis Bisnis

 

MODAL AWAL

Peralatan:

 

Gerobak

Rp1.000.000

Peralatan masak

Rp700.000

Peralatan makan

Rp500.000

Tenda

Rp500.000

Jumlah

Rp2.700.000

Peralatan mengalami penyusutan selama empat tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp1.500 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp2.700.000-Rp1.500): 4 = Rp674.625 per tahun atau sama dengan Rp56.300 per bulan.

Adapun tambahan modal awal yaitu:

Perlengkapan:

 

Kantong plastic

Rp100.000

Kertas bungkus

Rp100.000

Bahan baku:

 

Bahan baku per hari (beras 5 liter, kunyit, kelapa, kedelai, bawang merah, lalap, sambal, kerupuk dan telur)

Rp100.000

Jumlah

Rp300.000

Total Modal Awal

Rp3.000.000

Berikut perhitungan laba bisnisnya:

Perkiraan Laba per bulan

 

 

Pendapatan (50 porsix30 hari x Rp4.000)

 

Rp6.000.000

Biaya-Biaya

 

 

Penyusutan peralatan

Rp56.300

 

Biaya bahan baku

Rp3.000.000

 

Biaya perlengkapan

Rp200.000

 

Biaya lain-lain

Rp100.000

 

Jumlah

 

(Rp3.356.300)

Laba bersih

 

Rp2.643.700

Perkiraan modal kembali: Rp2.700.000:Rp2.643.700 = 1 bulan.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya