JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tengah mengkaji wacana penerbitan surat utang global berdenominasi rupiah. Rencananya, WIKA akan menerbitkan obligasi global senilai Rp5 triliun.
Direktur Keuangan WIKA Steve Kosasih menjelaskan, saat ini WIKA tengah melihat kecenderungan minat investor di pasar. Apabila obligasi global berdenominasi rupiah cukup menarik investor, maka tidak ada keraguan bagi WIKA untuk melepas obligasi di pasar.
"Kita masih melihat appetite-nya di pasar apa. Kita sebenarnya mau mengajukan IDR biasa tapi kita juga masih melihat kemungkinan global IDR," ujarnya di Gedung BEI, Selasa (8/8/2017).
Baca Juga:
Naik 242%, Laba Bersih Wijaya Karya Tembus Rp245 Miliar
Potensi Pariwisata, Wijaya Karya Gandeng PBM Bangun Bandara di Bali Utara
Steve melanjutkan, WIKA akan menggunakan laporan keuangan pada Juni untuk penerbitan global bond tersebut. Selain itu, WIKA juga akan mengajukan rating baru untuk peringkat obligasinya.
Dana yang terhimpun dari obligasi global ini, dikatakan Steve, akan digunakan WIKA untuk membiayai proyek yang bersifat jangka panjang. Pasalnya, apabila pembiayaan proyek jangka panjang menggunakan pendanaan jangka pendek, hal tersebut akan membebani perseroan nantinya.
Selain itu, dana yang terhimpun akan digunakan untuk pembiayaan proyek yang tidak bisa dicairkan dari bank. Dengan demikian, seluruh proyek WIKA dapat berjalan dengan lancar, serta keuangan perseroan tidak terganggu.
"Contohnya kita mau investasi di pembangkit listrik, kita mesti beli lahan. Untuk beli lahan kita tidak bisa pakai pinjaman bank, karena bank hanya meminjamkan untuk properti, tanah itu tidak bisa," kata dia.
(Dani Jumadil Akhir)