JAKARTA - Tekanan Barat terhadap Pemerintah Rusia bukan berarti membuat perusahaan-perusahaan di negara itu melemah. Perusahaan minyak milik negara, Rosneft, membuktikan berbagai langkah bisa dilakukan untuk tetap menjadi salah satu perusahaan yang disegani dunia.
Rosneft merupakan perusahaan minyak terintegrasi yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemerintah Rusia. Rosneft memiliki kantor pusat di Distrik Balchug, Moskow, dekat Kremlin, sepanjang Sungai Moskow. Ekspansi ke luar negeri menjadi salah satu strategi yang diandalkan Rosneft untuk mendongkrak pertumbuhan.
Baca juga: Daftar 25 Perusahaan Migas Terbesar di Dunia
Rosneft terus melakukan ekspansi ke berbagai negara dan kawasan. Perusahaan itu telah mengakuisisi Essar Oil di India dan meningkatkan kehadirannya di Timur Tengah. Rosneft juga memiliki banyak aset di Vietnam dan Venezuela. Rosneft menjadi perusahaan penyulingan dan ekstraksi minyak terdepan di Rusia setelah membeli aset raksasa minyak Yukos dalam lelang negara.
Pada 2016, Rosneft menjadi perusahaan terbesar ke-51 di dunia dengan penjualan sebesar USD64,75 miliar. Perusahaan itu menggelar aktivitas produksi dan eksplorasi gas serta minyak di Pulau Sakhalin, Siberia, ladang minyak Timan Pechora, dan di selatan Rusia, termasuk Chechnya. Mereka memiliki dan mengoperasikan dua kilang. Kilang minyak di Tuapse, Laut Hitam, fokus pada pengolahan minyak gravitasi tinggi dari barat Siberia.