JAKARTA - Garam impor sebanyak 75.000 ton mulai masuk ke tanah air secara bertahap. Meski nantinya akan membanjiri garam di dalam negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjanjikan garam-garam tersebut tidak akan sepenuhnya dilepas ke pasar. KKP tetap memprioritaskan garam lokal karena sekarang cuaca sudah semakin mendukung untuk produksi.
Baca juga: Anomali Cuaca, PT Garam Revisi Target Produksi Jadi 225.000 Ton
Sekertaris Jenderal KKP Rifki E Hardijanto mengatakan, secara nasional konsumsi dan industri kurang lebih sekira 3 juta ton. Untuk konsumsi tidak begitu banyak sekira 700.000.
Baca juga: Banyak Daerah di Indonesia Berpotensi Hasilkan Garam, Ini Daftarnya
"Jadi kalau masuk 75.000 ton dan cuaca lagi bagus, enggak hujan,petani lagi panen. Jadi impor dilepas secara bertahap supaya hasil petani terserap duluan," ujarnya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (21/8/2017).