Thailand Bangun Jaringan Kereta Super Cepat, Nilai Kontraknya Rp2,09 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis
Kamis 07 September 2017 14:22 WIB
Ilustrasi: Pattayamail
Share :

Namun, pada Juli lalu, proyek tersebut disetujui oleh kabinet pemerintahan Thailand. Proyek kereta supercepat Bangkok-Nakhon Ratchasima merupakan bagian dari jaringan rel sepanjang 873 km yang menghubungkan Thailand dan Laos melalui Sungai Mekong.

Baca juga: Diklaim Kalahkan Pesawat, Pakai Kereta Cepat ke Surabaya Tak Sampai 5 Jam

Program itu merupakan bagian dari Inisiatif Sabu dan Jalan China yang bertujuan membangun “Jalur Sutra” menghubungkan ekonomi terbesar kedua dunia dengan Asia Tenggara, Pakistan, dan Asia Tengah. Selain jalur kereta, China juga ingin membangun “Jalur Sutra” untuk meningkatkan hubungan dagang dengan Timur Tengah dan China.

Proyek itu merupakan ambisi Presiden Xi Jinping bukan hanya untuk meningkatkan kerja sama perdagangan, tetapi dalam upaya menebar pengaruh ke berbagai penjuru dunia. Beberapa analis menganggap proyek tersebut mengandung nilai komersial dalam perspektif Thailand.

Dalam pandangan Joshua Kurlantzick, peneliti senior Asia Tenggara dari Council on Foreign Relations, pemerintahan junta Thailand menggunakan kesepakatan kontrak dengan China untuk memperkuat posisi geopolitik mereka.

“Saya pikir ada kepentingan sementara dari pihak Thailand untuk memperkuat jaringan strategi dengan Beijing. Itu bertepatan dengan pemerintahan junta militer yang dikritik negara-negara Barat,” ujar Kurlantzick dilansir Railway-Technology.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya