Namun hal itu berlaku untuk garam yang dipanen antara 7-10 hari, bahkan garam tersebut bisa bertahan di gudang antara 2-4 tahun.
"Rendahnya harga jual garam terjadi pada tahun 2014-2015 yakni harganya hanya berkisar Rp400-Rp600 per kg, sehingga petani juga memilih menyimpan garamnya di gudang saat itu," tuturnya.
Berdasarkan data, produksi garam Kabupaten Probolinggo hingga Agustus 2017 sebanyak 2.036,07 ton dari luas tambak garam 315,3 hektare, yang tersebar di 11 desa di empat kecamatan yang dikelola oleh 485 orang yang tergabung dalam 56 kelompok petani garam.
Kebutuhan garam konsumsi di Kabupaten Probolinggo sebanyak 3.100 ton, kemudian untuk usaha perikanan pengasinan dan lain-lain sebanyak 2.149 ton dan bidang peternakan 600 ton, sehingga totalnya kebutuhan per tahun mencapai 5.849 ton.
(Dani Jumadil Akhir)