Costco, Perusahaan Ritel Terbesar di AS yang Sukses Tanpa Promosi Iklan

Sindonews, Jurnalis
Jum'at 27 Oktober 2017 15:08 WIB
Ilustrasi: Reuters
Share :

Di samping itu semua, Costco juga tidak ingin hubungan dengan pemasok barang mengendur. Mereka selalu menghindari sejumlah praktik yang kurang bersahabat. Biaya slot misalnya. Costco tidak pernah memasang tarif di rak. Mereka juga tidak mengurangi persentase barang produsen saat menjalankan program marketing.

"Semuanya bermuara pada kesederhanaan," kata Ketua Eksekutif Food and Consumer Produk Kanada Michael Graydon. "Mereka melakukan negosiasi secara alot di garis depan untuk mendapatkan harga terbaik dan bekerja keras memasarkannya. Ini merupakan ritel kuno. Harganya sekian, volumenya sekian," ujarnya.

Dengan pendapatan yang besar, Costco juga tidak ingin mengecewakan karyawannya, apalagi mereka yang berhasil memenuhi harapan perusahaan. Di AS dan Kanada, Costco merupakan salah satu industri ritel yang memberikan upah layak.

Mantan CEO Costco James Sinegal ingin membayar karyawannya USD17 per jam. Costco juga memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk membeli saham, tak terkecuali karyawan baru, dengan sistem pemangkasan gaji. Namun, komisi dan pendapatan yang diraih dari pembelian saham tidak akan diganggu. Karyawan Costco juga diberi bonus, tunjangan jalan-jalan, asuransi, dan kesehatan.

Setelah 34 tahun berdiri, Costco kini memiliki 457 gerai, sebagian besar beroperasi di AS. Profit yang diraup Costco pada 2014 mencapai USD882 juta dengan penjualan USD47,1 miliar. Di AS, gerai Costco rata-rata mengalami penjualan tahunan USD121 juta. Adapun, pendapatan rata-rata pelanggan mereka ialah USD74.000.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya