Arlinda menambahkan bahwa para peserta pameran juga dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan industri makanan Korsel, aturan impor yang berlaku, serta membedah selera konsumen lewat seminar dan mempelajari industri Korsel lewat kunjungan ke perusahaan-perusahaan.
Dalam ASEAN Trade Fair 2017, Paviliun Indonesia menampilkan 10 perusahaan makanan dan minuman. Perusahaan-perusahaan ini telah melewati proses seleksi terlebih dahulu.
Food Week Korea adalah salah satu pameran dagang makanan dan minuman skala internasional terbesar di Korsel. Pada tahun lalu, pameran ini dikunjungi 59.322 orang dan diikuti 891 peserta.
Tercatat lebih dari 174 peserta datang dari 41 negara, antara lain, Republik rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Hong Kong, India, Iran, Taiwan, Filipina, Malaysia, Singapura, Indonesia, Thailand, dan lain-lain.
Industri makanan dan minuman merupakan salah satu kontributor terbesar dalam pendapatan nonmigas Indonesia. Konsistensi kehadiran produk makanan dan minuman Indonesia di Korsel diharapkan dapat terus terjaga untuk meningkatkan nation branding Indonesia dan mendorong ekspor Indonesia ke pasar yang lebih luas.
(Rizkie Fauzian)