"Contohnya CPO, batu bara, batu perhiasan. Itu kontribusinya 30%-40% sendiri. Ekspor kita unggul tapi bukan produk hi-tech. Beda halnya dengan Malaysia, Thailand, mereka udah kejar industri berteknologi tinggi karena kalo di ekspor harga lebih mahal," paparnya.
Baca Juga: Ekspor Peternakan RI Naik 22%, Mentan: Termasuk Babi ke Singapura
Menurut Heri, industri dengan pendekatan teknologi tinggi mampu mendongkrak kontribusinya terhadap pertumbuhan PDB. "Bayangin kita impor pesawat terbang itu harus berapa CPO yang harus kita ekspor untuk kompensasi pembelian satu buah pesawat," ujarnya.
"Jadi ekspor kita sulit untuk bisa berkontribusi pada PDB kalau kita enggak bangun industri berteknologi tinggi. Itu penyebab kenapa struktur ekonomi kita ya gini-gini aja," tandasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)