Baca Juga: Oktober, Ekspor Naik 3,62% Mencapai USD15,09 Miliar
"Kita akan bicarakan keberlanjutan (ketersediaan) ikan hias sendiri, bagaimana transportasi dari tempat awal sampai tujuan ikan dapat tetap hidup, kualitas terjaga, ini butuh teknologi, transportasinya kan pakai pesawat terbang, jadi harus ada pembicaraan dengan maskapai penerbangan," jelasnya.
Selain itu, menurutnya dengan adanya simposium maka tata kelola industri ikan hias bisa terjaga sehingga bukan hanya tak kalah dengan negara-negara tetangga tetapi juga menjaga hak paten ikan-ikan yang memang kekayaan alam Indonesia.
"Ini harus di tata, nanti mereka (negara lain) membudidayakan, berkembang biak dan hidup di sana, nanti mereka bisa bawa ke forum internasional dan klaim itu ikan mereka. Nah ini jangan sampai terjadi. Sejauh ini memang belum ada jenis ikan yang diklaim negara lain," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)