Tetap Waspada, Politik "Kasar" Berpotensi Jatuhkan Ekonomi

Ulfa Arieza, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2017 19:37 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

JAKARTA - Tahun depan mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah serta para pengamat, karena Indonesia akan menghadapi tahun politik. Dalam satu tahun mendatang Indonesia akan menggelar 171 pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, serta melaksanakan pemilihan umum (Pemilu) di tahun berikutnya.

Ekonom Senior Indef Didik Junaidi Rachbini mengatakan, meskipun tahun politik diramalkan akan berlangsung kondusif, akan tetapi pemerintah harus tetap waspada. Pasalnya, praktik politik yang "kasar" akan memberikan dampak sistemik kepada jatuhnya perekonomian.

Sehingga Didik berpesan kepada pelakon politik untuk melaksanakan praktik politik sesuai etika perundang - undangan, dengan meletakkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan golongannya.

Baca juga: Tahun Politik Beruntun dari 2014-2018, Presiden Jokowi: Apa Mau Wait and See Lagi?

"Sebenarnya ini warning dari teman-teman ekonom bahwa ancaman ekonomi di tahun politik agar politik dan permainan politik itu jangan kasar, jangan merusak sistem. Karena politik itu seperti roller coaster, naik turun. Kalau main politiknya akrobatik, tidak beres, ekonomi akan jatuh juga," ujarnya dalam acara Economic Challenge, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Didik berharap, kejadian dalam Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017 ini tidak terulang. Baginya, Pilkada DKI Jakarta 2017 cukup mencoreng stabilitas pelaksanaan pesta demokrasi.

"Pilkada DKI itu Pilkada yang tegang tapi terkendali, itu pengalaman yang buruk dan tidak boleh terulang kembali," kata dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya