Sedangkan menurut Sidhi, tantangan yang akan dihadapi perekonomian Indonesia pada 2018 datang dari sikap yang sulit menerima pendapat yang berbeda. Namun, hal ini membawa dampak positif karena sikap tersebut dapat membawa kekonsistenan atau tidak mudah goyah.
“Dengan mengetahui hal ini, diharapkan para stakeholder dapat menjalani tahun ini dengan optimal. Caranya antara lain adalah be flexible,” tuturnya.
Sama halnya dengan Suhu Yo, Sidhi mengatakan suhu politik di 2018 akan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia. “Memasuki tahun politik tentu memengaruhi perekonomian. Banyak orang akan wait and see apabila bidang bisnisnya membutuhkan jangka waktu yang agak panjang, tetapi untuk yang short term dan mid term harusnya akan berjalan as usual. Kebetulan dengan elemen yang beredar, maka akan terlihat perputaran uang yang besar terkait kampanye, sehingga bidang usaha media elektronik maupun bidang-bidang yang terkait dengan kampanye akan positif,” ungkapnya.
(Dani Jumadil Akhir)