Selain sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan mendukung program pemerintah dalam pemerataan infrastruktur, kedua proyek ini dibangun untuk meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa (logistik) serta meningkatkan konektivitas di pulau Jawa. Sepanjang tahun 2018 ini, Jasa Marga menargetkan penyelesaian konstruski 246 kilometer jalan tol. Target tersebut sebagai bagian penyelesaian dari tol Trans Jawa yang harus rampung 2019 mendatang.”Banyak sekali kan ya. Itu semua harus dituntaskan karena semua bagian dari Trans Jawa, harus dituntaskan tahun ini," kata Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani.
Dirinya menjelaskan, total panjang konstruksinya yang akan diselesaikan perseroan diantaranya, Ngawi-Kertosono 49 kilometer, Solo - Ngawi 70 kilometer, Gempol-Pasuruan 20 kilometer, kemudian Salatiga-Kartasura 32 kilometer, Batang-Semarang 75 kilometer. Bila ditotalkan 246 kilometer. Dia menegaskan, untuk arus mudik lebarang, tol Batang-Semarang belum bisa dioperasionalkan secara penuh saat lebaran nanti. "Lebaran fungsional. Operasional kurang lebih triwulan tiga," ujarnya.
Perseroan, kata ia, pada 2018, bakal menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) 2018 sekitar Rp70 triliun. Disebutukan, capex tahun ini yang non cash itu Rp43 triliun.
(Risna Nur Rahayu)