Pesawat Airbus Terancam Gagal Kirim ke China

Efira Tamara Thenu , Jurnalis
Senin 15 Januari 2018 13:08 WIB
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
Share :

Tidak hanya itu, Chief Operating Officer Airbus Fabrice Brégier juga bertemu saat berkunjung ke Beijing pada akhir Oktober dengan direktur CAAC Feng Zhenglin untuk membahas operasi bisnis Airbus di China, termasuk sertifikasi kelaikan udara pesawat terbang. Seorang juru bicara Airbus menolak untuk mengatakan apakah sertifikasi terdepan dari jet terbaru Airbus telah dibahas.

Baik CAAC maupun Kementerian Luar Negeri China tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar mengenai penundaan sertifikasi.

Delta mengatur pesanan besar dengan Airbus

Airbus membantah gagasan bahwa isu-isu politik mempengaruhi laju persetujuannya dengan China. Juru bicara Airbus mengatakan bahwa hal yang menghambat persetujuannya dengan China adalah karena proses validasi teknis.

Baca Juga: Airbus Bakal Hentikan Produksi A380 jika Gagal Capai Kesepakatan dengan Emirates

"Ini adalah proses validasi teknis. Bukan keputusan politis. Jumlah pesawatnya kecil, dan ini akan dikirimkan dalam jangka pendek " kata juru bicara perusahaan tersebut.

Regulator penerbangan China dianggap salah satu yang paling metodis dan teliti di planet ini. Namun, di industri kedirgantaraan China, sebagian besar yang terjadi terkait dengan ambisi jangka panjang negara tersebut untuk bersaing dengan Boeing dan Airbus.

"Orang China cukup bagus dalam membangun tekanan pada keinginan tertentu yang mereka miliki. Orang-orang China memainkannya dengan lamban dalam memberikan [sertifikasi] pada program pesawat terbang apa pun, baik itu Boeing atau Airbus,” kata seorang pejabat senior Airbus.

Baca juga: Wah! Ketemu Menko Luhut, Airbus Bakal Bangun Bengkel Pesawat Militer di Indonesia

Baru pada hari-hari penutupan tahun lalu, Airbus memberikan sertifikasi China untuk mesin A321neo baru dengan mesin Pratt & Whitney. Persetujuan itu datang hampir setahun setelah banyak pesawat yang dipesan telah dibuat. Jet A320neo dan A321neo dengan mesin CFM International belum mendapatkan persetujuan dari Cina.

Sudah menjadi kebiasaan umum dalam bisnis pesawat terbang untuk menambah pesanan bahkan jika komitmen sebelumnya belum terpenuhi. Operator China membawa 424 pesawat dari Airbus dan Boeing dan produsen lainnya pada 2017, menurut publikasi perdagangan Air Transport World.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya