JAKARTA - Kementerian Agraria dan Tara Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan 126 juta bidang tanah di seluruh Indonesia tersertifikat pada 2023. Sampai saat ini dari 126 juta bidang, baru 46 juta luas tanah yang memiliki sertifikat tanah.
Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil mengakui, memang masih banyak tanah yang belum memiliki sertifikat. Hal ini menjadi suatu tantangan, di mana masih ada 80 juta bidang tanah yang belum tersertifikat.
Baca juga: Jokowi Akan Bagi-Bagi 7 Juta Sertifikat Tanah di 2018
"Tahun 2017 kita berhasil mensertifikatkan 4,2 juta. Tahu ini kita akan mensertifikatkan sekitar 7 juta. Tahu depan 9 juta. Kalau program ini kita lakukan, Insya Allah tahu 2023 paling lambat 2025 semua tanah sudah terdaftar (sertifikat)," tuturnya, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (19/1/2018).
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, pemberian sertifikat tanah kepada masyarakat akan memudahkan dalam mengakses sektor perbankan. Hanya saja, pembagian sertifikat tanah selama ini kurang digencarkan.