Industri Perawatan Pesawat Cuma Tumbuh 9% sejak 5 Tahun Terakhir

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis
Selasa 30 Januari 2018 14:27 WIB
(Foto: Lidya/Okezone)
Share :

JAKARTA - Pertumbuhan airlines (maskapai penerbangan) Indonesia saat ini semakin baik dan besar. Pertumbuhan ini juga menunjukkan bahwa Indonesia adalah aset yang merupakan bagian dari Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi dunia saat ini.

Direktur Jenderal (Dirjen) Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, beberapa waktu lalu telah mengikuti acara ekonomi forum dan dalam acara tersebut, perwakilan-perwakilan negara yang hadir sepakat bahwa pertumbuhan ekonomi dunia di dorong oleh China dan APEC.

"Sehingga kita harus sadari bahwa industri airlines ini akan tumbuh sangat besar dan itu butuh dukungan dari sisi regulasi dukungan dari sisi teknologi. Jangan sampai pertumbuhan yang pesat ini menimbulkan semacam kesalahpahaman," ungkapnya di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

 Baca juga: Rute Penerbangan Perintis dari Timika Bakal Ditambah

Menurutnya, pertumbuhan ini menunjukkan pemerintah hanya telah berusaha dan berhasil mengatasi dari sisi jasa. Namun bukan hanya itu yang diperlukan, karena masih banyak faktor lainnya seperti perawatan alat transportasi udara yang juga perlu di atasi.

Dia melihat banyak manfaat yang bisa didapatkan dari pertumbuhan penumpang ini. Karena bisa memberikan keuntungan untuk bisnis perawatannya juga yang bisa memberikan lapangan kerja baru.

"Pertumbuhan dari penumpang ini harus kita manfaatkan untuk pertumbuhan dari bisnis ini supaya memberikan lapangan kerja untuk anak-anak kita," jelasnya.

Putu menjabarkan, dari data Kemenperin, sejak 5 tahun terakhir untuk perawatan pesawat di Indonesia mengalami pertumbuhan yang termasuk tinggi yakni mencapai 9%.

"Perawatan pesawat itu bisnis yang luar biasa. Jangan sampai pertumbuhan yang tinggi itu kita tidak manfaatkan, kita terlena orangnya kurang, tempatnya kurang regulasi juga tidak memenuhi," papar dia.

Baca juga: Kawasan Industri Terpadu untuk Perawatan Pesawat di Indonesia Mendesak Direalisasikan

Sementara itu, dia menjelaskan saat ini sektor industri perawatan pesawat sudah banyak tapi belum menjadi kawasan industri terpadu, sehingg dia mengharapkan dapat difokuskan. Karena saat ini yang dikenal hanya beberapa seperti GMF yang merupakan punya Garuda Indonesia.

"Ini harus pikirkan sama-sama, harus ada kawasan industri yang memang spesifikasinya, kualisifasinya untuk industri DI, sehingga segala fasilitas itu bisa ada di sana," tukasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya