"Tetapi ini semua didorong oleh ekonomi yang lebih resilient terjadi transaksi berjalan sehat, neraca pembayaran overall balance-nya sehat kemudian dana yang masuk ke Indonesia juga menujukkan kondisi yang konstan. Jadi transaksi berjalan kita lihat ada di bawah 2% dari GDP dan itu kira kira ada di kisaran 1,8%," ucapnya.
Sementara itu, pada awal tahun ini mengalami apresiasi sebesar 1%. Padahal pada tahun 2017 lalu, nilai tukar Rupiah terus mengalami pelemahan sekitar 0,6%.
"Kita lihat juga nilai tukar kalau sepanjang 2017 itu ada depresiasi Rupiah sebesar kira-kira 0,6% tapi kalau sekarang year to date itu kira-kira terjadi apresiasi di atas 1% dan kita melihat ini adalah cerminan dari ekonomi yang cukup," jelasnya.
(Fakhri Rezy)