JAKARTA - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 39,15 poin atau 0,59% berada di bawah penguatan sebelumnya yang naik 30,36 poin atau 0,46%. Pergerakan IHSG berada di dalam target support 6.587-6.608.
Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada di kisaran support 6.567-6.578 dan resisten 6.600-6.624.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG yang tertahan di area support memberikan gambaran meningkatnya volume jual namun, tertahan dengan masih adanya aksi beli. Pergerakan variatif pun dimungkinkan dapat terjadi seiring masih beragamnya sentimen yang ada.
Baca juga: IHSG Ditutup Melemah di 6.593 Iringi Pertumbuhan Ekonomi 2017 Tak Capai Target
Meski masih terdapat sentimen negatif dari pergerakan bursa saham Asia yang melemah namun, diharapkan juga dapat dimanfaatkan untuk kembali masuk.
"Diharapkan, aksi jual dapat lebih terbatas sehingga IHSG berpeluang berbalik naik. Tetap waspadai masih adanya aksi-aksi profit taking yang dapat membuat IHSG kembali tertahan kenaikannya," ujarnya dalam riset tertulis, Selasa (6/2/2018).
Reza melanjutkan, pelemahan pada bursa saham AS sebelumnya membawa petaka bagi pergerakan bursa saham Asia dimana cenderung terkoreksi. Laju IHSG yang sebelumnya di akhir pekan kemarin menguat terkena aksi ambil untung. Pelaku pasar memanfaatkan kenaikan tersebut untuk melakukan aksi jualnya, sehingga menyebabkan IHSG berakhir di zona merah pada perdagangan kemarin.
Di sisi lain, kata dia, rilis angka pertumbuhan ekonomi dari BPS tampaknya kurang kuat mengangkat IHSG. Dalam kesempatannya, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi pada 2017 secara akumulatif sebesar 5,07% (yoy) dan merupakan pencapaian tertinggi sejak 2014 dimana pertumbuhan pada triwulan IV sebesar 5,19% (yoy). Pertumbuhan ekonomi ini lebih baik dari periode 2014 sebesar 5,01%, periode 2015 sebesar 4,88% dan periode 2016 sebesar 5,03%.
"Pelaku pasar bersikap pesimis dengan adanya rilis tersebut karena di bawah estimasi sebelumnya di angka 5,2%. Pelemahan IHSG pun dibarengi dengan kembali terjadinya aksi jual investor asing dan kembali melemahnya Rupiah," ujarnya.
Saham-saham pilihan Binaartha Sekuritas antara lain, GGRM, BRPT, ADRO, PPRE, BBRI
(Dani Jumadil Akhir)