Kata Billy Dahlan, Direktur Utama PT Dafam Property Indonesia Tbk menyatakan, perseroan masih mengandalkan pasar korporat atau bisnis. Biasanya pasar ini bisa berkontribusi pada hari kerja atau week days. Selain itu, Dafam juga mengincar pasar pariwisata. “Marketnya 80% untuk korporat dan 20% untuk pariwisata,” papar Billy.
Menurutnya, bisnis hotel memerlukan banyak stakeholder. Untuk itu, dia akan mengembangkan setiap kota yang memiliki proyeksi positif. Dia ingin mengembangkan bisnis properti ke depan, salah satunya dengan melakukan joint venture (JV). “Struktur kerja akan menjadi lebih efisien,” ujarnya.
(Risna Nur Rahayu)