Tak Lagi Muter-Muter, Pengusaha Dimudahkan Ekspor dengan Bayar Online
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan selama April 2018 defisit USD1,63 miliar. Untuk ekspor sebesar USD14,47 miliar atau turun 7,19% dibandingkan Maret 2018 dan meningkat 9,01% bila dibandingkan periode yang sama di 2017.
Kecuk mengatakan, selama Maret ke April 2018 ada fluktuasi komoditas baik migas maupun non migas. Misalnya ICP atau minyak mentah Indonesia di pada Maret sebesar USD61 dan April naik menjadi USD67,43. Sementara itu, untuk harga yang mengalami penurunan karet maupun kelapa sawit.
"Dengan itu mempengaruhi nilai ekspor April 2018 sebesar USD14,47 miliar. Bila dibandingkan Maret turun 7,19% dan dibandingkan April 2017 berarti ekspor meningkat 9.01%," tuturnya.
Hal tersebut terjadi karena 92% ekspor berasal ekspor non migas. Penurunan impor 7,19% itu terjadi penurunan ekspor baik migas maupun non migas. Ekspor migas di sana pada April USD1,19 miliar atau dibandingkan dengan posisi ekspor non migas Maret terjadi penurun 11,32%.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)