Senada, Agung, pedagang baju koko lainnya mengaku mendapat omzet hingga Rp50 juta per hari saat puncak penjualan.
"Puncak H-15, itu kita dapat Rp50 juta per hari. Tapi kalau ramai pembeli itu mulai terasa sejak seminggu setelah puasa," jelasnya.
Penjual baju koko baik grosir dan eceran ini pun mengaku, omzet tersebut tak bergerak dari perolehan tahun sebelumnya. "Stagnan. Tahun kemarin juga Rp50 juta per hari," katanya.
Dia pun menilai, kondisi ini didorong daya beli masyarakat yang masih lemah. "Enggak ada pengaruh dari toko online. Ini karena daya belinya saya ya yang lagi lemah," ungkapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)