Dengan dekatnya jarak antara kedua bandara tersebut, maka diperlukan pengaturan lalu lintas udara (air traffic) yang matang. Hal ini sangat perlu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam penerbangan yang bisa menyebabkan kecelakaan.
"Sudah mulai bicarakan dengan Pak Menhub karena tidak terlepas dengan air trafficnya karena air traffic harus paralel dengan Soekarno Hatta 1. Mungkin sudah siap. Itu tidak terlalu lama (merampungkan) air trafficnya," tutur Rini.
Dia melanjutkan, meskipun saat ini Bandara Soekarno-Hatta terus ditingkatkan kapasitasnya dengan membangun terminal 4, namun tidak akan dapat menampung sekitar 80 juta pengunjung pada tahun ini. Sementara kapasitas Bandara Soekarno-Hatta saat ini hanya 43 juta.
"Saya mendorong AP II bangun bandara di tempat lain karena di sini tidak memungkinkan. Kalau meningkatkan semua terminal tidak akan mengejar ketertinggalan," ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)