“Dubai membangun mal bukan hanya menawarkan bata dan adukan semen, tetapi menampilkan dunia virtual juga,” katanya.
Struktur demografi di Timur Tengah juga menjadi perhatian utama pengusaha ritel. Tingkat kelahiran tinggi dan populasi anak muda yang dominan. “Separuh populasi Timur Tengah berusia di bawah 25 tahun. Mereka akan menjadi konsumen muda yang menjadi pasar utama dalam dua dekade mendatang,” ungkap Rubeiz.
Ekspansi ritel yang sangat agresif di Dubai memang kontras dengan kebanyakan pusat komersial di seluruh dunia. Pada 2017 tingkat penjualan ritel mengalami penurunan.
Euro-monitor International melaporkan pertumbuhan tahunan penjualan ritel di Dubai mengalami penurunan 1,4% pada tahun lalu dibandingkan 2016 (6,5%). Namun, pertumbuhan penjualan diprediksi akan naik 5,1% pada tahun ini.
“Ledakan ritel tidak menunjukkan peringatan yang berbahaya di Dubai. Banyak ritel lainnya dan pusat perbelanjaan justru mengalami penurunan,” kata Rubeiz. (Andika Hendra)
(Dani Jumadil Akhir)