Pembangunan MRT Fokus ke Stasiun Bawah Tanah

Koran SINDO, Jurnalis
Kamis 06 September 2018 11:59 WIB
Ilustrasi MRT Jakarta (Foto:Okezone)
Share :

JAKARTA – Berakhirnya Asian Games 2018 membuat PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta kembali melanjutkan pekerjaan konstruksi.

Pembangunan saat ini fokus pada pintu masuk, cooling tower, ventilation tower stasiun bawah tanah, serta jalur pedestrian/trotoar. Pembangunan tersebut dikerjakan di empat stasiun yakni Senayan, Istora, Bendungan Hilir, dan Setiabudi.

Pembangunan MRT diharapkan rampung pada Maret 2019. “Agar tidak terganggu, rekayasa lalu lintas akan dilakukan di koridor Jalan Sudirman,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar.

Dia menjelaskan, di sisi barat Stasiun Senayan depan Ratu Plaza, saat ini masih dikebut pekerjaan konstruksi. Pembangunan ini mengganggu pejalan kaki sehingga mereka dialihkan menggunakan trotoar yang telah dibangun.

 

Pembangunan lainnya di sisi barat Stasiun Istora, sisi timur depan Gedung Bursa Efek Indonesia, sisi barat Stasiun Bendungan Hilir depan Wisma Sudirman dan Intiland, serta sisi timur depan Gedung Sampoerna Strategic.

“Untuk lajur kendaraan tidak berkurang. Empat lajur kendaraan bermotor dan satu lajur bus Transjakarta,” katanya. Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan, pembangunan MRT memasuki tahap finishing/penyelesaian.

Uji coba berkala dilakukan sebelum pengoperasian pada Maret 2019. Mengenai progres MRT hingga awal Agustus lalu telah mencapai 95,33%. Rinciannya sekitar 93,41% untuk pembangunan depo dan seksi elevated atau layang dan 97,26% untuk bawah tanah.

“Bisa dibilang ini tinggal finishing saja,” ucapnya. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah memastikan rekayasa lalu lintas akan diberlakukan dalam rangka percepatan pembangunan MRT.

 

Instansinya segera berkoor dinasi dengan PT MRT. “Kami masih menunggu surat dari PT MRT, setelah itu rapat koordinasi,” ujarnya. Sebelum rekayasa dilakukan, Dishub akan menunggu pemaparan dari PT MRT.

Dalam rapat itu, Ditlantas Polda Metro Jaya juga akan dilibatkan. “Intinya, pembangunan jangan sampai mengganggu aktivitas masyarakat,” ucapnya. Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Bidang Perkeretaapian Aditya Dwilaksana optimistis MRT rampung sesuai target dan dapat di operasikan sesuai kemampuan SDM-nya.

Meski pertama kali ada di Indonesia, MRT memiliki waktu yang cukup untuk dioperasikan. Dia berharap dalam pengoperasiannya, MRT tidak hanya terintegrasi fisik dengan moda transportasi massal lainnya, tapi juga dari sisi tarif sehingga masyarakat benar-benar dapat meninggalkan kendaraan pribadinya untuk beralih ke MRT.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penting sekali integrasi antarmoda transportasi di Jakarta. Jika integrasi antarmoda, manajemennya satu baik rute maupun pembiayaan akan memudahkan warga Jakarta.

Untuk mencapai target 173.000 penumpang per hari, MRT harus terintegrasi dengan moda transportasi lainnya baik bus rapid transit (BRT) maupun non-BRT, termasuk integrasi sistem pembayarannya.

(Yan Yusuf)

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya