JAKARTA - Teknologi digital pertanian kini telah mulai berkembang di Amerika Serikat (AS).
Dimulai dari traktor yang dilengkapi dengan sistem digital, sehingga bisa mengetahui berapa jumlah tanaman yang harus ditanam pada suatu lahan, kondisi tanahnya seperti apa, berapa pupuk yang akan digunakan, bahkan bisa mengetahui tren preferensi konsumen sehingga petani dapat memproduksi produk-produk pertanian yang disukai pasar.
Banyak juga mesin-mesin pertanian telah dilengkapi dengan citra foto satelit, sehingga bisa memprediksi iklim, kondisi tanah, cuaca, dengan akurasi dan presisi tinggi.
“Kami juga sedang mengembangkan pemanfaatan drone untuk pertanian. Dengan drone diterbangkan di atas lahan pertanian, kita bisa melihat kondisi tanaman, serangan hama dan penyakit tanaman, kebutuhan nutrisi tanaman, dan lain-lain. Juga e-commerce produk pertanian,” ujar CEO Syngenta Erik Fyrwald dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (17/9/2018).