JAKARTA - Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo ditawarkan ke investor melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Untuk itu, pada akhir pekan lalu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan menyelenggarakan market sounding proyek KPBU.
Berikut fakta-fakta mengenai Proyek Bandara Komodo, yang dirangkum Okezone Finance:
1. Proyek Bandara Komodo Butuh Dana Rp3 Triliun
Pengembangan Bandara Udara Komodo melalui skema KPBU ini membutuhkan total investasi sebesar sekitar Rp3 triliun, yang terdiri dari Rp1,17 triliun biaya capital expenditure (capex) dan Rp1,83 triliun biaya operational expenditure.
Untuk pengembalian investasinya berasal dari tarif layanan pengguna jasa fasilitas bandar udara selama masa konsesi 25 tahun. Proyek ini juga direncanakan akan mendapatkan penjaminan pemerintah (Government Guarantee) melalui PT Penjaminan Infrastruktur lndonesia.