Masyarakat Setuju Harga Premium Naik, Asal...

Giri Hartomo, Jurnalis
Rabu 10 Oktober 2018 18:29 WIB
Foto: SPBU (Giri/Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah resmi menunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium. Awalnya, pemerintah berencana menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium pada sore tadi pukul 18.00 WIB menjadi Rp7.000 per liter.

Menanggapi isu kenaikan harga premium tersebut, salah seorang pengendara bernama Ardhi Rahma tidak mempermasalahkan jika harga premium harus naik. Asalkan, pemerintah memastikan stok BBM termasuk premium aman.

Baca Juga: Kementerian ESDM: Kenaikan Premium Ditunda, Sesuai Arahan Presiden

Menurutnya akan sangat percuma jikalau harga BBM murah tapi stoknya tidak ada. Apalagi BBM sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat untuk menjalankan aktivitas.

"Kalau saya sih enggak masalah asal stoknya ada. Kan percuma harganya murah tapi stoknya enggak ada," ujarnya saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

 

Lagi pula lanjutnya, saat ini dirinya lebih memilih menggunakan Pertalite dibandingkan Premium. Selain karena harganya yang tidak jauh berbeda, kualitasnya pun lebih bagus dibandingkan Pertalite.

"Saya sekarang pakai Pertalite karena susah juga cari premium," ucapnya.

Baca Juga: Harga Premium Batal Naik, Begini Respons Masyarakat

Hal yang sama dikatakan oleh salah seorang pengguna kendaraan bernana Nugyasa Laksamana. Menurutnya, lebih baik harga BBM premium dinaikan asalkan stoknya selalu terjaga.

"Saya akan pilih premium naik, asal stoknya ada," tegasnya.

 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya