JAKARTA – Tanaman bernama ilmiah Hibiscus Sabdariffa Linn atau rosela dipercaya memiliki khasiat cukup ampuh untuk menangkal dan menyembuhkan penyakit darah tinggi.
Tanaman ini juga mengandung banyak vitamin C yang berperan penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan sebagai antioksidan.
Tanaman yang bertangkai merah dan berbatang merah ini banyak diminati. Kelopak bunganya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku teh, jus, selai, jelly, dan penyedap rasa es krim. Rosela bercita rasa asam-manis ini berkhasiat obat dan ternyata peluang bisnisnya pun sangat manis.
Baca Juga: Bisnis Pot dari Kayu, Siapa Sangka Untungnya Puluhan Juta
Berikut analisis bisnis budidaya rosela, seperti dilansir buku 31 Inspirasi Bisnis Di Masa Krisis karya Flona Serial yang diterbitkan pada 2009:
Lahan usaha: 1 hektare
Panen pertama: setelah 5 bulan
A. Biaya Investasi
- Pengolahan lahan = Rp200.000
- Alat budi daya = Rp300.000
Total biaya investasi = Rp500.000
Baca Juga: Budidaya Ikan Congo Tetra, Peluang Cerah si Sisik Indah
B. Biaya Tetap
- Bibit = Rp300.000
- Sewa lahan = Rp500.000
- Transportasi = 1.000.000
- Lain-lain = Rp500.000
Total biaya tetap = Rp2.300.000
C. Biaya Tidak Tetap
- Tenaga kerja @400.000 (3 x 400.000) = Rp1.2000.000
- Pupuk 20 karung x 5.000 = Rp100.000
- Penyusutan alat budi daya (Rp30.000 : 24) = Rp12.500
- Penyusutan lahan = Rp500.000 : 24 = Rp29.000
- Pengemasan = Rp500.000
Total biaya tidak tetap= Rp1.841.500
D. Biaya Produksi
Biaya tetap + biaya tidak tetap
= Rp2.300.000 +Rp1.841.500 = Rp4.141.500
Baca Juga: Pakaian Paling Diminati Wanita, Bisa Jadi Peluang Bisnis
E. Hasil Usaha
Asumsi : 1 hektar lahan menghasilkan 325 kg rosela kering, dijual seharga Rp150.000 per kg = 325kg x Rp150.000 = Rp48.750.000
F. Keuntungan
Hasil usaha – Biaya produksi
= Rp48.750.000 - Rp4.141.500 = Rp44.608.500
G. Periode Balik Modal
= Biaya investasi + biaya produksi : (keuntungan x periode)
= (500.000 + Rp4.141.500) : (Rp44.608.500 x 1)
= 0,104 periode
(Dani Jumadil Akhir)