JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pembangunan kilang minyak di dalam negeri cukup lambat. Lambatnya pembangunan membuat Presiden Joko Widodo heran.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero) Ignatius Tallulembang mengatakan, pihaknya mengaku akan melakukan percepatan terhadap pembangunan kilang yang tertera dalam Refinery Development Master Plan (RDMP).
Apalagi untuk menggarap beberapa kilang itu sendiri, Pertamina sudah melakukan kerja sama dengan CPC Coorporation Taiwan. Kerjasama dilakukan pada saat digelarnya pertemuan IMF-World Bank Annual Meeting.
"Sudah tanda tangan framework agreement juga. Sudah lakukan kajian-kajian bersama. Ya kita percepat juga itu," ujarnya dalam acara Pertamina Energy Forum (PEF) di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (29/11/2018).
Baca Juga: Presiden Jokowi Pertanyakan Realisasi Pembangunan Kilang Minyak
Tallulembang mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan pengadaan lahan terlebih dahulu. Dalam pengadaan lahan nanti pihaknya menyiapkan tiga alternatif.
"Tahap pertama kami akan lahan dulu. Tapi kami lihat yang paling manager ke dan paling mudah kami eksekusi adalah lahan samping kilang Balongan," jelasnya.