SURABAYA - Indonesia terus berupaya mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air. Pasalnya sebagai negara dengan jumlah penduduk mayoritas muslim, Indonesia masih menjadi pasar terbesar, bukan menjadi pelaku utama di dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai lambatnya perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia didorong rendahnya perkembangan industri halal, khususnya di sektor riil. Menurutnya, dalam sektor keuangan, perbankan syariah memiliki likuiditas yang cukup untuk menyalurkan pembiayaan.
Baca Juga: BI: Keuangan Syariah Indonesia Mulai Bergeliat
Dia menyatakan, penyaluran pembiayaan syariah kini sudah membaik berada di 5,9% dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya bertengger di 5%. Meski demikian, kondisi ini tetap menunjukkan lambatnya perkembangan ekonomi syariah Indonesia dibandingkan negara lainnya.
"Saya pikir kendalanya bukan di pembiayaan, karena perbankan kita sebenarnya cukup siap membuka dana kembangkan pembiayaan syariah, yang justru lebih lambat berkembangnya adalah sektor riilnya syariah itu sendiri," ujar Darmin saat membuka acara Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018, di Surabaya, Selasa (11/12/2018).
Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menyatakan, lambatnya perkembangan sektor riil syariah membuat rendahnya permintaan pembiayaan syariah. Untuk itu, pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia guna meningkatkan konektivitas dan kegiatan ekonomi.
"Pemerintah bangun infrastruktur besar-besaran dalam 4 tahun terakhir, mulai dari jalan tol, kereta api, pelabuhan, hingga bendungan. Itu untuk buka ruang lahirnya kapasitas masyarakat dalam berusaha," jelas dia.
Baca Juga: Gubernur BI: Kewirausahaan Pesantren Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Selain itu, pemerintah juga berupaya dengan melakukan reforma agraria, serta mendorong pendidikan dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja. Pendidikan vokasi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di era industri 4.0.
"Itu semua kunci semua dari pembangunan dan pengembangan ekonomi, di mana masyarakat bisa melahirkan kegiatan-kegiatan yang lebih menjamin kehidupannya. Dengan itu maka sebenarnya kita lebih siap dibanding waktu manapun dalam sejarah kita untuk lakukan transfromasi ekonomi," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)