Tesla Bangun Pabrik Mobil Listrik Terbesar Senilai Rp28 Triliun di China

Koran SINDO, Jurnalis
Selasa 08 Januari 2019 10:46 WIB
Ilustrasi: Foto Okezone
Share :

SHANGHAI - Pasar mobil listrik di China dalam waktu dekat akan meningkat tajam. Prediksi ini seiring investasi Tesla Inc yang kemarin mulai membangun pabrik raksasa di Shanghai Gigafactory.

Mulai akhir 2019 ini, pabrik ini akan memproduksi mobil listrik Model 3. Pembangunan pabrik ini menjadi langkah pertama Tesla untuk melokalkan produksi di pasar automotif terbesar dunia tersebut.

Saat upacara di lokasi pabrik di pinggiran Shanghai, Chief Executive Officer (CEO) Tesla Elon Musk turut hadir bersama wali Kota Shanghai dan pejabat lokal lain. Mereka menyaksikan pembangunan pabrik yang akan menghabiskan dana sekitar USD2 miliar (Rp28 triliun) itu.

“Kami sangat berharap memiliki be bera pa produksi awal Model 3 pada akhir tahun ini dan men capai volume produksi tahun depan,” papar Musk.

 Baca Juga: 5 Tren Bisnis yang Bakal Ramai di 2019, Ada Robot Sosial hingga Mobil Listrik

Kenapa harus China? Musk mengungkapkan China dipilih karena telah menjadi pemain global pada kendaraan listrik.

“China juga menjadi pasar penting dalam mengakselerasikan transisi menuju energi berkelanjutan,” ungkap Musk.

Gigafactory menjadi pabrik mobil yang seluruhnya dimiliki asing untuk pertama kali di China. Ini mencerminkan perubahan besar China untuk membuka pasar mobilnya di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) sehingga Beijing menaikkan tarif untuk mobil-mobil yang diimpor dari AS.

 Baca Juga: Mobil Listrik Tesla Kalahkan Kecepatan Ferrari 458

Produksi mobil secara lokal tampaknya membantu Tesla meminimalkan dampak perang dagang yang memaksa para produsen mobil listrik menyesuaikan harga mobil-mobil buatan AS di China.

Menjaga harga tetap terjangkau juga membantu Tesla menghadapi persaingan dari startup mobil listrik lokal seperti Nio Inc, Byton, dan XPeng Motors.

“Mobil-mobil terjangkau harus dibuat di benua yang sama dengan konsumennya,” tweet Musk menjelang acara itu, dilansir Reuters.

China menaikkan tarif impor untuk mobil AS menjadi 40% pada Juli, tapi memangkasnya menjadi 15% sejak awal tahun ini sebagai bagian dari gencatan senjata perang dagang.

 Baca Juga: Elon Musk Lengser, Wanita Ini Jadi Bos Baru Tesla

Tarif lebih rendah itu akan berlaku hingga akhir Ma ret menunggu hasil perun ding an dagang. Meski terjadi perang dagang, penjualan mobil listrik atau energi baru mengalami penguatan di China saat pemerintah berupaya beralih dari mobil berbahan bakar fosil.

“Shanghai Giga akan mem produksi versi terjangkau Model 3/Y untuk China. Semua Model S/X dan lebih tinggi dari versi Model 3/Y masih dibuat di AS untuk pasar WW, termasuk China,” lanjut tweet Musk yang menyebut pasar dunia secara luas dengan singkatan WW.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya