Vale Indonesia Tawarkan Saham ke Pemerintah hingga Tarif Listrik Tak Naik di 2019

Feby Novalius, Jurnalis
Senin 14 Januari 2019 09:05 WIB
Ilustrasi: Foto Shutterstock
Share :

Dia menjelaskan, untuk serapan gabah sendiri, nanti menunggu panen raya. Di mana panen raya akan dilakukan pada bulan Februari dan Maret. "Kenapa kita melakukan operasi plastik (OP) ini, karena, pada saat panen raya nanti serapan Bulog gabah petani bisa dilakukan secara berkala," tuturnya.

Dia menuturkan, untuk kualitas beras tidak masalah. Seperti di Tulungagung yang kualitas berasnya masih terjaga dengan baik.

"Kita cek di Tulungagung enggak ada masalah kualitas, kalau dibandingkan tahun lalu yang item sekarang enggak ada masalah kualitas," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah memastikan harga beras di pasar mulai turun dengan adanya operasi pasar (OP) secara efektif.

Baca Juga: Presiden Jokowi Pastikan Stok Beras Melimpah Capai 2,1 Juta Ton

"Sudah saya sampaikan, tren harga beras mulai turun, di mana sebentar lagi Februari dan Maret mulai masuk panen raya, ini akan memengaruhi suplai," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat melakukan pengecekan stok beras di Gudang Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tarif Listrik Tidak Naik Bukan karena Politik, Ini Alasannya!

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memutuskan tarif listrik tidak akan naik sampai akhir 2019. Tidak adanya kenaikan tarif listrik bukan karena menjelang tahun politik.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, tarif listrik tidak naik bertujuan untuk menarik investor ke dalam negeri. Dengan tarif listrik yang murah, maka semakin banyak investor yang menanamkan modalnya atau membangun pabriknya di Indonesia.

Di sisi lain, dengan tidak dinaikannya tarif listrik bisa menjaga daya beli masyarakat. Uang yang didapat masyarakat nantinya bisa digunakan untuk spending kebutuhan lainya.

"Supaya ada penarik untuk investor datang ke Indonesia menamamkan investasinya bangun pabrik dalam negeri karena tarif listriknya murah listriknya terjangkau," ujarnya saat ditemui di Kantor Ditjen Gatrik, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Soemmeng menjelaskan, dengan tidak dinaikannya tarif listrik, investor akan jauh lebih tertarik datang ke Indonesia. Sebaliknya jika tarif listrik semakin mahal, maka investor justru akan lari ke negara tetangga seperti Vietnam.

Baca Juga: Investasi Rp169,7 Triliun untuk Penambahan Listrik 66.565 Mw

Semakin banyaknya investor yang datang tentunya akan berdampak pada perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Karena semakin banyak investor maka produksi dalam negeri juga semakin meningkat dan ekspor juga akan semakin besar.

Tentu, jika semuanya teralisasi maka akan membuat neraca perdagangan Indonesia tidak lagi defisit seperti yang selalu dikeluhkan selama ini.

"Kalau enggak maka kalah dengan Vietnam, produksi-produksi dalam negeri akan semakin kompetitif dengan negara negara lain," jelasnya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya