Menurutnya, inflasi menunjukkan harga bahan pokok terkendali, hal itu didorong pergerakkan kurs Rupiah yang dinilai di level terjaga. Menurutnya, bahkan Rupiah berpotensi terus menguat sepanjang tahun ini.
"Kita lihat sekarang kurs Rupiah undervalue dan bakal menguat. Karena kami lihat pertumbuhan ekonomi ke depan akan lebih tinggi dan CAD akan lebih rendah, inflasi terkendali, suku bunga luar negeri naiknya enggak lebih tinggi jadi interestnya lebih baik," paparnya.
Baca Juga: Sri Mulyani: Defisit Transaksi Berjalan Bukan Dosa
Sekedar diketahui, sepanjang tahun 2018, Indonesia mengalami defisit transaksi berjalan yang kian melebar. BI mencatat pada kuartal I defisit sebesar USD5,6 miliar atau 2,17 terhadap PDB, kuartal II USD8 miliar atau 3,02% terhadap PDB, dan kuartal III USD8,8 miliar atau 3,37% terhadap PDB.
Anjloknya CAD pada kuartal III 2018 menjadi yang terburuk selama beberapa tahun terakhir, sebab melampaui batas 3% terhadap PDB.
(Feby Novalius)