Ketika itu tingkat keterisian hotel mulai menurun dan banyak pengusaha yang mengeluh. Pasalnya, ada yang penurunannya mencapai 10-15% utamanya hotel-hotel yang ada didaerah-daerah.
"Saat itu dampaknya luar biasa. Ada yang sampai 10-15% okupansinya di daerah," ucap Hariyadi.
Baca Juga: Ada Hotel Kapsul di Atas Kapal, Netizen: Dahsyat seperti di Jepang
Oleh karenannya lanjut Hariyadi, dirinya mengaku sangat tenang aturan tersebut batal diterapkan, sebab menurutnya kebijakan tersebut akan memukul sektor perhotelan. Dan ini juga akan berpengaruh terhadap pendapatan daerah karena mungkin saja akan banyak hotel yang tutup.
"Kondisi itu yang membuat trauma di hotel. Nanti akan memukul sektor ini (perhotelan) dan berdampak di daerah," ucapnya.
(Feby Novalius)