3. Warung kopi/minuman sachetan
Jika modal di kantong cuma ada setengah juta, namun kalian ingin membidik kalangan anak muda bergelar coffee snob untuk memenuhi warung kalian yang sedingin kulkas lengkap dengan wifi dan musik, tentu saja angan-angan tersebut tidak mashoook ke hitungan Pak Eko.
Eko Hari Cahyono, polisi Sidoarjo yang video atraksinya melempar berbagai benda ke sebidang kayu sempat viral beberapa waktu lalu, mungkin saja tidak membutuhkan semua fasilitas itu untuk menikmati secangkir kopi sachetan.
Jumlah penikmat kopi yang tidak neko-neko seperti Pak Eko ini bisa jadi jauh lebih banyak dibandingkan segelintir coffee snob. Ya, tak perlu membangun coffee shop, untuk bisa menikmati keuntungan dari berjualan kopi. Kalian cukup menjual kopi sachetan yang juga bisa dijajakan di warung sederhana depan rumah.
Rerata harga kopi yang dijual per gelasnya mencapai Rp4.000. Satu gelasnya pedagang bisa mengambil untung hingga Rp2.000. Katakanlah setiap harinya kalian berhasil menjual 100 gelas kopi. Ini artinya pendapatan per harinya bisa mencapai Rp400.000.
Belum lagi jika disamping kopi, kalian juga menjual aneka minuman sachetan berperisa buah yang digemari bocah. Mari kita hitung simulasi modalnya.
Kopi sachetan aneka merek (50 pcs) Rp150.000
Minuman perisa buah (40 pcs) Rp50.000
Es batu, gelas plastik, lain-lain Rp50.000
Jumlah modal Rp250.000
Sementara hitungan keuntungannya adalah sebagai berikut.
Keuntungan:
Pendapatan dikurangi modal
Rp400.000 – Rp250.000 = Rp150.000 per hari
Potensi keuntungan per bulan:
Rp150.000 x 30 (hari) = Rp4,5 juta